Mak, Aku Bukan Pembohong!

Oleh    : Nur Arsyidah

Mak, aku bukan pembohong ketika aku harus mengatakan jumpa
Mak, aku seperti kacang yang terlepas dari kulit tuanya, kau membiarkanku pergi
Mak, aku tak tahan ketika melihat perahu-perahu yang berlayar, kemana aku harus pergi?
Mereka bilang aku pembohong, seperti pelawak di televisi dengan guyonannya
Mereka juga bilang aku pembohong, seperi pencuri yang tak pernah mengaku kesalahannya
Mak, apakah kau percaya padaku?

Aku hidup di tanah asing, mencari makan seperti rusa kelaparan, lahap sekali
Aku hidup sebatang kara di sebuah pulau yang tak ada pohon, aku kehausan
Aku hidup tak seperti mereka yang memiliki kulit kacang untuk menjaga isinya, aku kesepian
Mungkin ini jalan hidupku yang di gariskan Tuhan
Mungkin ini jalan hidup yang telah dituliskan Tuhan untuk manusia yang tak tahu diri ini
Mak, ketahuilah, mungkin jika aku hidup denganmu aku merasa bahagia
Aku tidak bohong!

Jejak langkahku menjadi saksi betapa bisunya aku
Menyapa tanah-tanah gersang di antara hiruk pikuk kota tak memiliki daun
Aku tak pernah bersembunyi untuk mencari bekal hidup
karena aku tak pernah berbohong!


Mak, andai saja kau bersama anakmu saat ini
Akan kupastikan untuk memelukmu sepanjang hariku
Mak, andai saja kau masih hidup di dunia ini
Akan kupastikan hanya kau yang mempercayaiku
Bahwa aku tak pernah berbohong
Untuk merindukanmu
Kapan kita akan berjumpa?
Mak, aku bukan pembohong!
Untuk mengatakan hal itu.

Kota Hujan, 24 Juni 2015 – 13.41 PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Malaikat Izrail

Lembaga-Lembaga (Institusi) Pendidikan Islam Pra-Kebangkitan Madrasah

Cerpen 5 Paragraf